RSS

JASA DIGITASI

Menawarkan jasa digitasi data yang berhubungan dengan per-peta an, GIS dan Remote sensing alias penginderaan jauh. program yang biasanya di pake bisa Autocad,Arcview,Arcmap(arcgis) yang mungkin tidak asing lagi di dunia per peta-an....semakin berkembanganya jaman banyak permintaan tentang peta digitasi...untuk harga bisa di nego yang pasti berani bersaing....untuk kualitas tidak perlu diragukan ..saya sudah berkecimpung di dunia ini selama kurang lebih 6 tahun..

digitasi disini ada bermacam-macam yang saya tawarkan
1. digitasi data dari peta
2. igitasi citra,landsed,maupun alos
3. Layout peta


1. digitasi data dari peta
digitasi ini bermaksud untuk mengekstraksi data raster peta yang ada sehingga dapat dianalisis secara vektor (dalam bentuk Shapefile *.shp yang biasa digunakan di software Arc View atau Arc GIS).

2. digitasi citra,landsed,maupun alos
digitasi citra satelit ini sangatlah luas cakupannya. biasanya, digitasi citra satelit identik dengan interpretasi citra satelit atau deliniasi citra satelit, yaitu suatu langkah untuk membatasi suatu daerah pada citra satelit sesuai dengan karakteristik objek yang diamati berdasarkan kunci interpretasi citra.


3.layout peta
layout peta bisa di lakukan di arcmap(arcgis),Autocad,dan Arcview.

kontak 
ADI (085320414386)
DETHA (089656381298)
email : gdyatha@gmail.com
 
Leave a comment

Posted by on November 8, 2011 in Uncategorized

 

SISTEM REFERENSI

Geodesi adalah satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi. Dalam bahasa yang berbeda , Geodesi adalah cabang dari ilmu matematikaterapan, yang digunakan untuk menentukan: 1. posisi yang pasti dari tempat-tempat di permukaan bumi melalui pengukuran dan pengamatan; 2. ukuran dan luas dari sebagian besar permukaan bumi, contoh : wilayah sebuah negara; 3. bentuk dan ukuran bumi Dalam penentuan posisi,. Posisi (suatu titik) dapat dinyatakan secara kualitatif maupun kuantitatif. Apabila dilihat secara kuantitatif posisi suatu titik dinyatakan dengan koordinat, baik dalam ruang satu, dua, tiga, maupun empat dimensi (1D, 2D, 3D, 4D). Untuk menjamin adanya konsistensi dan standardisasi, perlu ada suatu sistem dalam menyatakan koordinat. Sistem ini disebut sistem referensi koordinat, atau secara singkat disebut sistem koordinat, dan realisasinya umumnya dinamakan kerangka referensi koordinat. Sistem koordinat memudahkan pendeskripsian, perhitungan, dananalisa, baik yang sifatnya geometrik maupun dinamik Parameter sistem koordinat : • Lokasi titik nol : geosentrik ( di pusat bumi ) atau toposentrik ( di permukaan bumi) • Orientasi sumbu : terikat bumi dan terikat langit • Besaran koordinat : jarak 􀃆 kartesian (X,Y,Z) atau sudut dan jarak geodetic (L,B,h) Kerangka referensi : dimaksudkan sebagai realisasi praktisdari sistem referensi, sehingga sistemtersebut dapat digunakanuntuk pendeskripsian secara kuantitatif posisi dan pergerakantitik-titik, baik di permukaan bumi (kerangka terestris) ataupundi luar bumi (kerangka selestia atau ekstra-terestris). Kerangka referensi biasanya direalisasikan dengan melakukan pengamatan-pengamatan geodetik, dan umumnya direpresentasikandengan menggunakan suatu set koordinat dari sekumpulan titikmaupun obyek (seperti bintang dan quasar). Berbicara tentang system referensi maka tidak akan lepas dari datum. Datum adalah :

1. Adalah bentuk kartesian bumi yang mengadopsi salah satu referensi elipsoid.

2. Suatu titik garis, atau bidang permukaan yang digunakan sebagai rujukan bagi pengukuran kuantitas lain.

3. Suatu model bumi yang digunakan untuk kalkulasi geodesi. Datum geodetik adalah sejumlah parameter yang digunakan untuk mendefinisikan bentuk dan ukuran elipsoid referensi yang digunakan untuk pendefinisian koordinat geodetik, serta kedudukan dan orientasinya dalam ruang terhadap bumi.

 

KALAU MAU ILMU SELENGKAPNYA TINGGAL HUBUNGI KONTAK KAMI

085320414354 Tondi Nugraha 085624720552 Egi Kharisma email: tondi.nugraha@yahoo.com

 
Leave a comment

Posted by on November 8, 2011 in ilmu surveyor

 

JASA “GIS OFFICER”

Anda seringkali dipusingkan tentang bagaimana menampilkan peta di web. Bukan saja tentang bagaimana caranya tapi ketika sudah tau caranya, Anda masih juga dibingungkan menggunakan engine apa untuk menampilkannya. Terlebih engine-engine yang ada untuk menampilkan peta di web masih membutuhkan skill khusus kita di programming. Hal ini tentu akan terasa menyulitkan bagi rekan-rekan yang memang bukan seorang programer.

Namun semua itu sudah dapat Anda nikmati solusinya karena kami membuka jasa operator sistem informasi geografis yang mencakup
1. Pembuatan WEB Geographic Information System
2. Sistem Informasi Utilitas
3. Pendataan Aset
4. Analisis Berbasis Sistem Informasi

Menarik sekali bukan

Selain jasa pemetaan, kami juga bisa mengolah hasil peta tersebut jadi lebih mudah untuk digunakan. Selain contoh diatas, kami juga bisa melakukan pekerjaan GIS lainnya.
Untuk dapat mengetahuinya, silakan Anda dapat menghubungi contact person kami
Adi (085320414386)
Egi (085624720552)

Sekian dan terimakasih

 
Leave a comment

Posted by on November 2, 2011 in Uncategorized

 

PENENTUAN TINGGI ORTOMETRIK

Untuk menentukan tinggi ortometrik yang teliti, transformasi tinggi geodetik ke tinggi ortometrik dilakukan secara diferensial. Hal ini dapat dilakukan karena nilai Δh dapat ditentukan lebih teliti dibandingkan h, dan ΔN dapat ditentukan lebih teliti dibandingkan N, maka diharapkan nilai ΔH yang diperoleh akan lebih teliti [Abidin dkk., 2004]. Berikut ilustrasi penentuan tinggi ortometrik secara diferensial

Untuk jarak yang relatif pendek, bidang ekuipotensialnya akan relatif sama, diasumsikan kedua titik memiliki korelasi, maka beda tinggi undulasi geoidnya akan bernilai nol. Pada kasus ini, ketelitian dari beda undulasi geoid akan bernilai hampir nol. Hal ini disebabkan karena kedua titik half correlated, dimana dua kali nilai kovariansi undulasi antar titik akan bernilai hampir sama dengan jumlah standar deviasi undulasi geoid kedua titik. Dengan kasus demikian, maka kualitas dari beda tinggi ortometrik akan sangat ditentukan dari kualitas beda tinggi geodetik. Untuk mendapatkan nilai beda tinggi geodetik yang baik, maka pada penelitian ini dilakukan penentuan beda tinggi geodetik dilakukan menggunakan metoda GPS diferensial dengan moda radial.
Dengan kemampuan perangkat lunak yang semakin baik dan canggih, serta semakin baiknya informasi orbit dan informasi pendukung lainnya, maka pengolahan baseline menggunakan moda radial saat ini menjadi lebih baik. Pada moda radial, pengukuran menjadi lebih efektif dan efisien dalam hal waktu dan biaya daripada penggunaan moda jaring. Untuk mendapatkan kontrol dari moda radial seperti halnya pada moda jaring, dapat digunakan pengamatan GPS radial dari dua atau lebih titik ikat.

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2011 in ilmu surveyor

 

Survey Cibadak

Survey tanah perkebunan + persawahan + tanah belum digarap selama 6 hari ini menyisakan cerita suka dan duka. Survey dan pemetaan bukan hanya bercerita tentang ilmu tanah dan bentuk bumi, namun cerita sehari-hari disaat survey dan pengalaman luar biasa.

Banyak orang yang masih belum mengerti ketangguhan para surveyor yang bahkan bertahan dalam hutan untuk pemetaan batas wilayah negara, bertemu binatang buas, bertemu jurang, bahkan bertemu penampakan. Jika Anda bertanya pada seseorang tentang pekerjaannya dan dia menjawab surveyor, maka perhatikan badannya yang kucel, betis kencang, tidak memperhatikan penampilan, sederhana, ramah, mudah berbaur. Itulah surveyor sejati. Dengan rajinnya mendaki jalan yang belum dilewati orang, semak yang msaih lebat belum terjamah semata-mata untuk membuat peta agar dapat memberi informasi yang baik kepada orang banyak tentang daerah tersebut.

Surveyor yang paling hebat juga mempunyai kelemahan. Inilah yang kami alami pada saat pengukuran tanah di Cibadak, Sukabumi pada tanggal 22-28 Juni 2011. Kelelahan, haus, keringat, panas, itu semua bisa kami atasi dengan baik karena selalu minum vitamin dan selalu menjaga daya tahan. Namun akhirnya kami dikalahkan oleh sesuatu yang sangat purba. Sembelit dan diare.

Hanya itu yang bisa menghentikan langkah kami bekerja membuat peta selama 1 hari.

Banyak orang yang tidak kenal pekerjaan surveyor. Banyak orang hanya melihat beberapa dari surveyor di jalan tol. Banyak orang mengira kami membuat jembatan baru di Cibadak. Bahkan banyak orang tidak tau apa itu peta.

Semoga jasa surveyor semakin dihargai, karena tanpa orang yang survey tidak ada peta untuk militer.

Tanpa ada yang survey, tidak ada peta untuk rancangan jalan atau jembatan.

Tanpa ada yang survey, Anda tidak tahu bentuk tanah yang Anda miliki.

Tanpa ada yang survey, kita semua tidak tahu pergeseran kerak bumi tiap tahun yang menyebabkan gempa.

Semua hal akan kami lakukan untuk membuat peta ideal, walaupun kami ke tempat yang belum dijamah dan terbakar panas matahari.

 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2011 in cerita curhat surveyor

 

tanah negara

Tanah Negara artinya adalah tanah sebagai obyek dan Negara sebagai subyeknya dimana Negara sebagai subyek mempunyai hubungan hukum tertentu dengan obyeknya yakni tanah. adapun hubungan hukum itu dapat berupa hubungan kepemilikan kekuasaan atau kepunyaan.
Didalam konsep hukum Sebutan menguasai atu dikuasai dengan dimiliki ataupun kepunyaan dalam konteks yuridis mempunyai arti/makna berbeda dan menimbulkan akibat hukum yang berbeda pula. Arti dikuasai tidak sama dengan pengertian dimiliki. Jika kita menyebutkan tanah tersebut dikuasai atau menguasai dalam arti “ possession” makna yuridisnya adalah tanah tersebut dikuasai seseorang secara fisik dalam arti factual digarap, dihuni, namun belum tentu bahwa secara yuridis dia adalah pemilik atau yang punya tanah tersebut. Demikian juga bila menyebutkan bahwa tanah tersebut di miliki atau kepunyaan dalam arti “ Ownership” dalam pengertian juridis maka dapat diartikan bahwa tanah tersebut secara yuridis merupakan tanah milik atau kepunyaan, namun bukan berarti juga dia secara fisik menguasai tanah tersebut, karena mungkin adanya hubungan kerjasama atau kontraktual tertentu. Bentuk lain bisa juga bahwa tanah tersebut diduduki oleh orang tanpa ijin yang berhak “ okupasi”. Makna okupasi atau “accupation” lebih kepada penguasaan secara pisik atau factual tanpa diikuti hak ( right) dalam arti sah secara hukum. “tanah Negara” diartikan sebagai pemilik dalam arti kepunyaan atas tanah dapat ditemukan pada masa pemerintahan Hindia Belanda dimana Indonesia sebagai bagian dari kerajaan Belanda.
Pada prinsipnya karena status tanah merupakan tanah Negara maka baik pada masa pemerintah Hindia Belanda maupun pada masa pemerintahan RI, wewenang pemberian hak atas tanah Negara ada pada Negara, jika masa pemerintahan Hindia Belanda yang diwakili oleh gubernur jenderal, setelah merdeka wewenang pemberian hak atas tanah Negara ada pada Menteri selaku pejabat Negara yang mendapatkan wewenang pendelegasian dari Presiden. Dan selanjutnya menteri atau pejabat yang memperoleh delegasi dari presidan melimpahkan tugas dan wewenang tersebut kepada pejabat jajaran yang ada dibawahnya. Didalam UU No. 7 tahun 1958, tentang peralihan tugas dan wewenang agraria, adalah merupakan peraturan perundangan awal kemerdekaan yang mengatur pelimpahan wewenang kementerian agraria. Di dalamnya disebutkan : Tugas dan wewenang yang menurut peraturan2 undang-undang dan ketentuan2 tata usaha yang tercantum dalam daftar lampiran dari undang2 ini diberikan kepada: a. Gubernur jenderal, direktur van Binnenlands Bestuur dan Menteri Dalam negeri; b. Hoofd van Gewestelijk bestuur, gubernur, residen, Hoofd van Plaatselijk Bestuur, bupati, walikota, wedana, dan pejabat2 pamongpraja lainnya, termasuk tugas dan wewenang yang menurut sesuatu peraturan atau keputusan telah ada atau telah diserahkan kepada sesuatu badan penguasa; dengan berlakunya undang-undang ini beralih kepada menteri agraria.

 
Leave a comment

Posted by on June 19, 2011 in Uncategorized

 

daftar isi

 
Leave a comment

Posted by on June 19, 2011 in Uncategorized