Menawarkan jasa digitasi data yang berhubungan dengan per-peta an, GIS dan Remote sensing alias penginderaan jauh. program yang biasanya di pake bisa Autocad,Arcview,Arcmap(arcgis) yang mungkin tidak asing lagi di dunia per peta-an....semakin berkembanganya jaman banyak permintaan tentang peta digitasi...untuk harga bisa di nego yang pasti berani bersaing....untuk kualitas tidak perlu diragukan ..saya sudah berkecimpung di dunia ini selama kurang lebih 6 tahun.. digitasi disini ada bermacam-macam yang saya tawarkan 1. digitasi data dari peta 2. igitasi citra,landsed,maupun alos 3. Layout peta 1. digitasi data dari peta digitasi ini bermaksud untuk mengekstraksi data raster peta yang ada sehingga dapat dianalisis secara vektor (dalam bentuk Shapefile *.shp yang biasa digunakan di software Arc View atau Arc GIS). 2. digitasi citra,landsed,maupun alos digitasi citra satelit ini sangatlah luas cakupannya. biasanya, digitasi citra satelit identik dengan interpretasi citra satelit atau deliniasi citra satelit, yaitu suatu langkah untuk membatasi suatu daerah pada citra satelit sesuai dengan karakteristik objek yang diamati berdasarkan kunci interpretasi citra. 3.layout peta layout peta bisa di lakukan di arcmap(arcgis),Autocad,dan Arcview. kontak ADI (085320414386) DETHA (089656381298) email : gdyatha@gmail.com
JASA DIGITASI
SISTEM REFERENSI
Geodesi adalah satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi. Dalam bahasa yang berbeda , Geodesi adalah cabang dari ilmu matematikaterapan, yang digunakan untuk menentukan: 1. posisi yang pasti dari tempat-tempat di permukaan bumi melalui pengukuran dan pengamatan; 2. ukuran dan luas dari sebagian besar permukaan bumi, contoh : wilayah sebuah negara; 3. bentuk dan ukuran bumi Dalam penentuan posisi,. Posisi (suatu titik) dapat dinyatakan secara kualitatif maupun kuantitatif. Apabila dilihat secara kuantitatif posisi suatu titik dinyatakan dengan koordinat, baik dalam ruang satu, dua, tiga, maupun empat dimensi (1D, 2D, 3D, 4D). Untuk menjamin adanya konsistensi dan standardisasi, perlu ada suatu sistem dalam menyatakan koordinat. Sistem ini disebut sistem referensi koordinat, atau secara singkat disebut sistem koordinat, dan realisasinya umumnya dinamakan kerangka referensi koordinat. Sistem koordinat memudahkan pendeskripsian, perhitungan, dananalisa, baik yang sifatnya geometrik maupun dinamik Parameter sistem koordinat : • Lokasi titik nol : geosentrik ( di pusat bumi ) atau toposentrik ( di permukaan bumi) • Orientasi sumbu : terikat bumi dan terikat langit • Besaran koordinat : jarak kartesian (X,Y,Z) atau sudut dan jarak geodetic (L,B,h) Kerangka referensi : dimaksudkan sebagai realisasi praktisdari sistem referensi, sehingga sistemtersebut dapat digunakanuntuk pendeskripsian secara kuantitatif posisi dan pergerakantitik-titik, baik di permukaan bumi (kerangka terestris) ataupundi luar bumi (kerangka selestia atau ekstra-terestris). Kerangka referensi biasanya direalisasikan dengan melakukan pengamatan-pengamatan geodetik, dan umumnya direpresentasikandengan menggunakan suatu set koordinat dari sekumpulan titikmaupun obyek (seperti bintang dan quasar). Berbicara tentang system referensi maka tidak akan lepas dari datum. Datum adalah :
1. Adalah bentuk kartesian bumi yang mengadopsi salah satu referensi elipsoid.
2. Suatu titik garis, atau bidang permukaan yang digunakan sebagai rujukan bagi pengukuran kuantitas lain.
3. Suatu model bumi yang digunakan untuk kalkulasi geodesi. Datum geodetik adalah sejumlah parameter yang digunakan untuk mendefinisikan bentuk dan ukuran elipsoid referensi yang digunakan untuk pendefinisian koordinat geodetik, serta kedudukan dan orientasinya dalam ruang terhadap bumi.
KALAU MAU ILMU SELENGKAPNYA TINGGAL HUBUNGI KONTAK KAMI
085320414354 Tondi Nugraha 085624720552 Egi Kharisma email: tondi.nugraha@yahoo.com
JASA “GIS OFFICER”
Anda seringkali dipusingkan tentang bagaimana menampilkan peta di web. Bukan saja tentang bagaimana caranya tapi ketika sudah tau caranya, Anda masih juga dibingungkan menggunakan engine apa untuk menampilkannya. Terlebih engine-engine yang ada untuk menampilkan peta di web masih membutuhkan skill khusus kita di programming. Hal ini tentu akan terasa menyulitkan bagi rekan-rekan yang memang bukan seorang programer.
Namun semua itu sudah dapat Anda nikmati solusinya karena kami membuka jasa operator sistem informasi geografis yang mencakup
1. Pembuatan WEB Geographic Information System
2. Sistem Informasi Utilitas
3. Pendataan Aset
4. Analisis Berbasis Sistem Informasi
Menarik sekali bukan
Selain jasa pemetaan, kami juga bisa mengolah hasil peta tersebut jadi lebih mudah untuk digunakan. Selain contoh diatas, kami juga bisa melakukan pekerjaan GIS lainnya.
Untuk dapat mengetahuinya, silakan Anda dapat menghubungi contact person kami
Adi (085320414386)
Egi (085624720552)
Sekian dan terimakasih
PENENTUAN TINGGI ORTOMETRIK
Untuk menentukan tinggi ortometrik yang teliti, transformasi tinggi geodetik ke tinggi ortometrik dilakukan secara diferensial. Hal ini dapat dilakukan karena nilai Δh dapat ditentukan lebih teliti dibandingkan h, dan ΔN dapat ditentukan lebih teliti dibandingkan N, maka diharapkan nilai ΔH yang diperoleh akan lebih teliti [Abidin dkk., 2004]. Berikut ilustrasi penentuan tinggi ortometrik secara diferensial
Untuk jarak yang relatif pendek, bidang ekuipotensialnya akan relatif sama, diasumsikan kedua titik memiliki korelasi, maka beda tinggi undulasi geoidnya akan bernilai nol. Pada kasus ini, ketelitian dari beda undulasi geoid akan bernilai hampir nol. Hal ini disebabkan karena kedua titik half correlated, dimana dua kali nilai kovariansi undulasi antar titik akan bernilai hampir sama dengan jumlah standar deviasi undulasi geoid kedua titik. Dengan kasus demikian, maka kualitas dari beda tinggi ortometrik akan sangat ditentukan dari kualitas beda tinggi geodetik. Untuk mendapatkan nilai beda tinggi geodetik yang baik, maka pada penelitian ini dilakukan penentuan beda tinggi geodetik dilakukan menggunakan metoda GPS diferensial dengan moda radial.
Dengan kemampuan perangkat lunak yang semakin baik dan canggih, serta semakin baiknya informasi orbit dan informasi pendukung lainnya, maka pengolahan baseline menggunakan moda radial saat ini menjadi lebih baik. Pada moda radial, pengukuran menjadi lebih efektif dan efisien dalam hal waktu dan biaya daripada penggunaan moda jaring. Untuk mendapatkan kontrol dari moda radial seperti halnya pada moda jaring, dapat digunakan pengamatan GPS radial dari dua atau lebih titik ikat.
Survey Cibadak
Survey tanah perkebunan + persawahan + tanah belum digarap selama 6 hari ini menyisakan cerita suka dan duka. Survey dan pemetaan bukan hanya bercerita tentang ilmu tanah dan bentuk bumi, namun cerita sehari-hari disaat survey dan pengalaman luar biasa.
Banyak orang yang masih belum mengerti ketangguhan para surveyor yang bahkan bertahan dalam hutan untuk pemetaan batas wilayah negara, bertemu binatang buas, bertemu jurang, bahkan bertemu penampakan. Jika Anda bertanya pada seseorang tentang pekerjaannya dan dia menjawab surveyor, maka perhatikan badannya yang kucel, betis kencang, tidak memperhatikan penampilan, sederhana, ramah, mudah berbaur. Itulah surveyor sejati. Dengan rajinnya mendaki jalan yang belum dilewati orang, semak yang msaih lebat belum terjamah semata-mata untuk membuat peta agar dapat memberi informasi yang baik kepada orang banyak tentang daerah tersebut.
Surveyor yang paling hebat juga mempunyai kelemahan. Inilah yang kami alami pada saat pengukuran tanah di Cibadak, Sukabumi pada tanggal 22-28 Juni 2011. Kelelahan, haus, keringat, panas, itu semua bisa kami atasi dengan baik karena selalu minum vitamin dan selalu menjaga daya tahan. Namun akhirnya kami dikalahkan oleh sesuatu yang sangat purba. Sembelit dan diare.
Hanya itu yang bisa menghentikan langkah kami bekerja membuat peta selama 1 hari.
Banyak orang yang tidak kenal pekerjaan surveyor. Banyak orang hanya melihat beberapa dari surveyor di jalan tol. Banyak orang mengira kami membuat jembatan baru di Cibadak. Bahkan banyak orang tidak tau apa itu peta.
Semoga jasa surveyor semakin dihargai, karena tanpa orang yang survey tidak ada peta untuk militer.
Tanpa ada yang survey, tidak ada peta untuk rancangan jalan atau jembatan.
Tanpa ada yang survey, Anda tidak tahu bentuk tanah yang Anda miliki.
Tanpa ada yang survey, kita semua tidak tahu pergeseran kerak bumi tiap tahun yang menyebabkan gempa.
Semua hal akan kami lakukan untuk membuat peta ideal, walaupun kami ke tempat yang belum dijamah dan terbakar panas matahari.
tanah negara
Tanah Negara artinya adalah tanah sebagai obyek dan Negara sebagai subyeknya dimana Negara sebagai subyek mempunyai hubungan hukum tertentu dengan obyeknya yakni tanah. adapun hubungan hukum itu dapat berupa hubungan kepemilikan kekuasaan atau kepunyaan.
Didalam konsep hukum Sebutan menguasai atu dikuasai dengan dimiliki ataupun kepunyaan dalam konteks yuridis mempunyai arti/makna berbeda dan menimbulkan akibat hukum yang berbeda pula. Arti dikuasai tidak sama dengan pengertian dimiliki. Jika kita menyebutkan tanah tersebut dikuasai atau menguasai dalam arti “ possession” makna yuridisnya adalah tanah tersebut dikuasai seseorang secara fisik dalam arti factual digarap, dihuni, namun belum tentu bahwa secara yuridis dia adalah pemilik atau yang punya tanah tersebut. Demikian juga bila menyebutkan bahwa tanah tersebut di miliki atau kepunyaan dalam arti “ Ownership” dalam pengertian juridis maka dapat diartikan bahwa tanah tersebut secara yuridis merupakan tanah milik atau kepunyaan, namun bukan berarti juga dia secara fisik menguasai tanah tersebut, karena mungkin adanya hubungan kerjasama atau kontraktual tertentu. Bentuk lain bisa juga bahwa tanah tersebut diduduki oleh orang tanpa ijin yang berhak “ okupasi”. Makna okupasi atau “accupation” lebih kepada penguasaan secara pisik atau factual tanpa diikuti hak ( right) dalam arti sah secara hukum. “tanah Negara” diartikan sebagai pemilik dalam arti kepunyaan atas tanah dapat ditemukan pada masa pemerintahan Hindia Belanda dimana Indonesia sebagai bagian dari kerajaan Belanda.
Pada prinsipnya karena status tanah merupakan tanah Negara maka baik pada masa pemerintah Hindia Belanda maupun pada masa pemerintahan RI, wewenang pemberian hak atas tanah Negara ada pada Negara, jika masa pemerintahan Hindia Belanda yang diwakili oleh gubernur jenderal, setelah merdeka wewenang pemberian hak atas tanah Negara ada pada Menteri selaku pejabat Negara yang mendapatkan wewenang pendelegasian dari Presiden. Dan selanjutnya menteri atau pejabat yang memperoleh delegasi dari presidan melimpahkan tugas dan wewenang tersebut kepada pejabat jajaran yang ada dibawahnya. Didalam UU No. 7 tahun 1958, tentang peralihan tugas dan wewenang agraria, adalah merupakan peraturan perundangan awal kemerdekaan yang mengatur pelimpahan wewenang kementerian agraria. Di dalamnya disebutkan : Tugas dan wewenang yang menurut peraturan2 undang-undang dan ketentuan2 tata usaha yang tercantum dalam daftar lampiran dari undang2 ini diberikan kepada: a. Gubernur jenderal, direktur van Binnenlands Bestuur dan Menteri Dalam negeri; b. Hoofd van Gewestelijk bestuur, gubernur, residen, Hoofd van Plaatselijk Bestuur, bupati, walikota, wedana, dan pejabat2 pamongpraja lainnya, termasuk tugas dan wewenang yang menurut sesuatu peraturan atau keputusan telah ada atau telah diserahkan kepada sesuatu badan penguasa; dengan berlakunya undang-undang ini beralih kepada menteri agraria.
Kosep pengukuran kedalaman pada Echosounder
Untuk pengukuran kedalaman, sensor yang digunakan adalah Transducer. Tranducer ini dapat ditaruh di samping kapal dan berada dibawah permukaan air. Sensor ini cukup sensitif, karena ada buble sedikit saja, sinyal yang dipancarkan sudah terganggu. Sehingga kita perlu mengatur speed kapal sedemikian rupa agar Tranducer masih dapat membaca nilai kedalaman ( Biasanya kecepatan kapal 3 – 6 Knot saja )
Tranducer memancarkan sinyal2 akustik ke bawah permukaan laut. Sebenarnya prinsipnya hampir sama seperti pengukuran jarak menggunakan total station. Rumusnya : Jarak = ( Kecepatan gelombang x Waktu ) / 2.. Kenapa dibagi 2?? Karena jarak yang ditempuh kan bolak balik, jadi dibagi 2 supaya jarak one way saja yang didapatkan
Jika kita mengoperasikan alat Echosounder. Ada beberapa parameter yang perlu kita inputkan ke dalam echosounder, diantaranya :
a. Draft : Jarak antara permukaan air dengan ujung sensor tranducer paling bawah
b. Velocity : Cepat rambat gelombang
c. Index : Nilai koreksi kedalaman.
Setiap kali sebelum melakukan pengukuran batimetri kedalaman dasar laut, kita harus melakukan kalibrasi Barcheck.. Prinsip kerjanya sederhana saja, pertama kita ukur draft ( jarak permukaan air ke sensor ), kemudian kita inputkan ke dalam echosounder, setelah itu barcheck kita taruh di kedalaman 1 meter dekat dengan sensor tranducer . Logikanya kan seharusnya pada barcheck 1 meter, angka yang dibaca di echosounder juga 1 m…Namun biasanya tidak 1 meter, tetapi 1,2 meter atau lebih… Nah karena itu.. Kita harus merubah parameter Velocity dan Indeks sedemikian rupa sampai kedalaman pada barcheck 1 meter,dan angka yang dibaca echosounder juga 1 meter…
NB: Velocity dipengaruhi oleh tekanan air, temperature, salinitas air, dll. Contoh, pada daerah sungai, biasanya velocity seputaran 1520 – 1530.. Namun tiap daerah, besar velocity berbeda beda. Untuk mendapatkan nilai Velocity secara teliti, diperlukan pengukuran menggunakan CTD, sedangkan untuk keperluan praktis, cukup menggunakan adjust barcheck saja
kenalan dengan alat kita
Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki sudut mendatar saja.Di dalam theodolit sudut yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon (detik).
Di dalam pekerjaan – pekerjaan yang berhubungan dengan ukur tanah, theodolit sering digunakan dalam bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun pengamatan matahari. Theodolit juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti Pesawat Penyipat Datar bila sudut verticalnya dibuat 90º.
Dengan adanya teropong pada theodolit, maka theodolit dapat dibidikkan kesegala arah. Di dalam pekerjaan bangunan gedung, theodolit sering digunakan untuk menentukan sudut siku-siku pada perencanaan / pekerjaan pondasi, theodolit juga dapat digunakan untuk menguker ketinggian suatu bangunan bertingkat.
A. BAGIAN – BAGIAN DARI THEODOLIT
Secara umum, konstruksi theodolit terbagi atas dua bagian :
1. Bagian atas, terdiri dari :
o Teropong / Teleskope
o Nivo tabung
o Sekrup Okuler dan Objektif
o Sekrup Gerak Vertikal
o Sekrup gerak horizontal
o Teropong bacaan sudut vertical dan horizontal
o Nivo kotak
o Sekrup pengunci teropong
o Sekrup pengunci sudut vertical
o Sekrup pengatur menit dan detik
o Sekrup pengatur sudut horizontal dan vertikal
2. Bagian Bawah terdiri dari :
o Statif / Trifoot
o Tiga sekrup penyetel nivo kotak
o Unting – unting
o Sekrup repitisi
o Sekrup pengunci pesawat dengan statif
B. MACAM / JENIS THEODOLIT
Macam Theodolit berdasarkan konstruksinya, dikenal dua macam yaitu:
1. Theodolit Reiterasi ( Theodolit sumbu tunggal )
Dalam theodolit ini, lingkaran skala mendatar menjadi satu dengan kiap, sehingga bacaan skala mendatarnya tidak bisa di atur.
Theodolit yang di maksud adalah theodolit type T0 (wild) dan type DKM-2A (Kem)
2. Theodolite Repitisi
Konsruksinya kebalikan dari theodolit reiterasi, yaitu bahwa lingkaran mendatarnya dapt diatur dan dapt mengelilingi sumbu tegak.
Akibatnya dari konstuksi ini, maka bacaan lingkaran skala mendatar 0º, dapat ditentukan kearah bdikan / target myang dikehendaki. Theodolit yang termasuk ke dakm jenis ini adalah theodolit type TM 6 dan TL 60-DP (Sokkisha ), TL 6-DE (Topcon), Th-51 (Zeiss)
1. Macam Theodolit menurut sistem bacaannya:
Ø Theodolite sistem baca dengan Indexs Garis
Ø Theodolite sistem baca dengan Nonius
Ø Theodolite sistem baca dengan Micrometer
Ø Theodolite sistem baca dengan Koinsidensi
Ø Theodolite sistem baca dengan Digital
2. Theodolit menurut skala ketelitian
Ø Theodolit Presisi (Type T3/ Wild)
Ø Theodolit Satu Sekon (Type T2 / Wild)
Ø Theodolit Spuluh Sekon (Type TM-10C / Sokkisha)
Ø Theodolit Satu Menit (Type T0 / Wild)
Ø Theodolit Sepuluh Menit ( Type DK-1 / Kern)
- PERSYARATAN OPERASI THEODOLIT
o Sumbu ı harus tegak lurus dengan sumbu ıı (dengan menyetel nivo tabung dan nivo kotaknya).
o Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu ıı.
o Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan indeks skala tegak.
o Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu ıı.
- CARA-CARA PENYETELAN THEODOLIT:
- Dirikan statif sesui dengan prosedur yang ditentukan.
- Pasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan peawat dan sekrup pengunci di kepala statif.
- Stel nivo kotak dengan cara:
Ø Putarlah sekrup A,B secara bersama-sama hingga gelembung nivo bergeser kearah garis sekrup C. (lihat gambar a)
Ø Putarlah sekrup c ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah (lihat gambar b)
Ø Setel nivo tabung dengan sekrup penyetel nivo tabung.
Bila penyetelan nivo tabung menggunakan tiga sekrup penyetel
(A,B,C), maka caranya adalah:
Ø Putar teropong dan sejajarkan dengan dua sekrup A,B(lihat gambar a)
Ø Putarlah sekrup A, B masuk atau keluar secara bersama-sama, hingga gelembung nivo bergeser ke tengah (lihat gambar a)
Ø Putarlah teropong 90º ke arah garis sekrup C (lihat gambar b)
Ø Putar sekrup C ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah.
Ø Periksalah kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan cara memutar teropong ke segala arah
dan untuk lebih pastinya dalam menggunakan alat mahal ini, harap menghubungi tim kami terutama di wilayah Jawa dan sekitarnya. Untuk hasil survey yang memuaskan.
085263145568 Angga
085210771686 Budi
email: harry.nugroho23@gmail.com
kenalan dengan GPS
GPS (Global Positioning System) merupakan sistem navigasi satelit yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD = United States Department of Defense). GPS memungkinkan kita mengetahui posisi geografis kita (lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut). Jadi dimanapun kita berada di muka bumi ini, kita dapat mengetahui posisi kita dengan tepat.
GPS terdiri dari 3 segmen: Segmen angkasa, kontrol/pengendali, dan pengguna., dimana :Segmen angkasa: terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 orbit pada ketinggian 20.200 km dan inklinasi 55 derajat dengan periode 12 jam (satelit akan kembali ke titik yang sama dalam 12 jam). Satelit tersebut memutari orbitnya sehingga minimal ada 6 satelit yang dapat dipantau pada titik manapun di bumi ini. Satelit tersebut mengirimkan posisi dan waktu kepada pengguna seluruh dunia. *(Berdasarkan pengalaman penggunaan untuk wilayah Indonesia [pertambangan dari Sumatra sampai Papua], pukul 04.00-08.00 dan 16.00-20.00 merupakan waktu tidak optimal penerimaan sinyal satelit untuk pengukuran teliti -penulis) *
Segmen Kontrol/Pengendali: terdapat pusat pengendali utama yang terdapat di Colorodo Springs, dan 5 stasiun pemantau lainnya dan 3 antena yang tersebar di bumi ini. Stasiun pemantau memantau semua satelit GOS dan mengumpulkan informasinya. Stasiun pemantau kemudian mengirimkan informasi tersebut kepada pusat pengendali utama yang kemudian melakukan perhitungan dan pengecekan orbit satelit. Informasi tersebut kemudian dikoreksi dan dilakukan pemuktahiran dan dikirim ke satelit GPS.
Segmen Pengguna: Pada sisi pengguna dibutuhkan penerima GPS (selanjutnya kita sebut perangkat GPS) yang biasanya terdiri dari penerima, prosesor, dan antena, sehingga memungkinkan kita dimanapun kita berada di muka bumi ini (tanah, laut, dan udara) dapat menerima sinyal dari satelit GPS dan kemudian menghitung posisi, kecepatan dan waktu.
Bagaimana cara kerja GPS ?
Setiap satelit mentransmisikan dua sinyal yaitu L1 (1575.42 MHz) dan L2 ( 1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyal pseudo-random yaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition) . Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (perangkat GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur “Anti-Spoofing” diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y. Perangkat GPS yang dikhususkan buat sipil hanya menerima kode C/A pada sinyal L1 (meskipun pada perangkat GPS yang canggih dapat memanfaatkan sinyal L2 untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti. Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS. Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian). Semakin banyak satelit yang diperoleh maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Apabila perangkat GPS kita berada dalam ruangan atau kanopi yang lebat dan daerah kita dikelilingi oleh gedung tinggi maka sinyal yang diperoleh akan semakin berkurang sehingga akan sukar untuk menentukan posisi dengan tepat atau bahkan tidak dapat menentukan posisi.
Bagaimana GPS digunakan ?
Perangkat GPS menerima sinyal dari satelit dan kemudian melakukan perhitungan sehingga pada tampilan umumnya kita dapat mengetahui posisi (dalam lintang dan bujur), kecepatan, dan waktu. Disamping itu juga informasi tambahan seperti jarak, dan waktu tempuh. Posisi yang ditampilkan merupakan sistem referensi geodetik WGS-84 dan waktu merupakan referensi USNO (U.S. Naval Observatory Time).
Siapa yang dapat menggunakan GPS?
GPS dipergunakan pada berbagai bidang antara lain, sistem navigasi pesawat, laut dan darat, pemetaan dan geodesi, survei, sistem penentuan lokasi, pertanian, eksplorasi sumber daya alam, dan masih banyak lagi.
Apakah GPS itu gratis ?
Teknologi GPS dapat digunakan oleh siapa saja, yang kita butuhkan hanya membeli perangkat penerima GPS dan selanjutnya informasi posisi dapat kita dapatkan tanpa membayar apapun.
Bagaimana akurasi GPS ?
GPS memiliki dua tingkat ketelitian:
Sistem posisi standar (standard positioning system / SPS) SPS merupakan yang disediakan untuk umum (sipil). Tingkat akurasi yang dihasilkan adalah 100 m untuk posisi horisontal dan 150 meter untuk posisi vertikal. Sistem posisi presisi (precision positioning system / PPS)PPS digunakan oleh Departemen Pertahanan AS dan tidak disediakan untuk umum.
Sejak Mei 2000, Pemerintah AS telah meningkatkan akurasi untuk SPS dengan menon-aktifkan SA (selective availability) hingga 20 meter untuk posisi horisontal. *(Alat penerima umum saat ini berakurasi 10m untuk posisi horisontal dan 15m untuk posisi vertikal saat menerima [8-10] satelit pada waktu bersamaan-Ady) (Pada alat penerima untuk keperluan pengukuran teliti maka akurasi dapat sampai [3-10]mm untuk posisi horisontal. Akurasi penentuan posisi vertikal menggunakan GPS masih tetap rendah, peningkatan akurasi dapat dibantu dengan pengukuran barometris yang sudah ada pada beberapa alat penerima satelit. Penentuan posisi vertikal presisi tetap harus dilakukan menggunakan sipat datar/waterpass secara terrestrial- penulis)
Apa saja perangkat GPS itu ?
Perangkat GPS ada bermacam-macam dan umumnya tergantung dari tujuan dan aktivitas yang akan kita lakukan. GPS untuk udara (aviation GPS) akan berbeda arsitekturnya dengan yang akan kita gunakan untuk navigasi di darat/mobil. Secara umum perangkat GPS dibagi menjadi 3 (tiga) fungsi yaitu navigasi udara (aviation), laut (marine) dan darat (land).















